Kamis, 24 November 2011

Kondisi Arab Pada Masa Pra-Islam

A.Watak bangsa Arab Masa Pra-Islam
Bangsa arab terbagi atas dua bagian yaitu: penduduk gurun pasir atau Badui dan penduduk kota. Badui adalah kabilah-kabilah yang masih jauh dari peradaban,sekolah dan kemajuan. Sejarah mengenai orang Badui sulit untuk diketahui karena mereka sangat suka berperang antara suku yang satu dengan suku yang lain. Peperangan dapat timbul dari keinginan memelihara hidup seperti perebutan wilayah yang berair atau yang memiliki padang-padang yang baik untuk mengembalakan binatang. Peperangan-peperangan itu menyebabkan mereka tidak punya kesempatan untuk memikirkan kebudayaan. Apalagi saat itu orang Badui buta huruf dan mereka tidak dapat menuliskan sejarah kehidupan mereka. Orang Badui selain menyenangi peperangan,mereka juga menjunjung tinggi kemerdekaan. Karenanya mereka pantang membuat rumah yang menurut mereka dapat mengkungkung kebebasan mereka. Mereka hidup dari hasil bercocok tanam dan gembala mereka. Keistimewaan dari penduduk gurun ialah mereka memiliki nasab yang murni dan juga bahasa yang terpelihara.
Penduduk kota tidak melakukan pengembaraan seperti orang Badui. Mereka memiliki tempat untuk menetap. Penduduk kota mendirikan kota-kota dan kerajaan-kerajaan. Karena itulah kebudayaan mereka lebih tinggi dari orang Badui.Penduduk kota telah bercampur dengan penduduk dari bangsa lain seperti Zanji,Ibrani.Punisia dan lain-lain penduduk kota sangat mementingkan nasab atau catatan keturunannya. Mereka sangat mementingkan soal memelihara asal-usul keturunan mereka. Bertujuan untuk bermegah-megah dengan lawan mereka. Karena itu,orang-orang kota pada umumnya menghafal silsilah keturunannya,sampai sejauh-jauhnya. Kebudayaan orang kota yang lebih tinggi menyebabkan mereka dapat mendirikan kerajaan.
B.Geografis Wilayah Arab
Batasan-batasan alam yang membatasi Jazirah Arab adalah:
Di bagian barat: berbatasan dengan Laut Merah.
Di bagian timur: berbatasan dengan Teluk Arab.
Di bagian utara: berbatasan dengan Gurun Irak dan Gurun Syam.
Di bagian selatan: berbatasan dengan Samudra Hindia.


C.Budaya Bangsa Arab Masa Pra-Islam
Bangsa Arab pada masa pra-Islam menyukai syair-syair yang diucapkan oleh para penyair. Karena Syair adalah salah satu seni yang paling indah yang amat dihargai oleh bangsa Arab. Seorang penyair mempunyai kedudukan yang amat tinggi dalam masyarakat Arab. Karena penyair membela dan mempertahankan kabila dengan syair-syairnya. Di samping itu penyair dapat mengabadikan peristiwa-peristiwa dengan syairnya. Dan apabila ada kabila yang mengina atau merendahkan kabilanya, maka penyairlah yang akan membalas dan menolak hinaan tersebut. Bangsa Arab juga mengenal pepatah atau perumpamaan yang biasanya lebih mudah untuk di hafal.
Selain senang mendengarkan syair,kebiasaan Arab sebelum adanya agama Islam adalah meratap dan menyebut kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal. Ada diantara persukuan Arab tersebut, tetapi tidak umum yang suka membunuh anak perempuannya ketika baru lahir karena takut memperoleh malu.Bangsa Arab juga senang bertenung dan meramal. Biasanya bertenung di lakukan saat mereka hendak menikah atau berpergian jauh.
Kebiasaan bangsa Arab yang lain yaitu mereka memakai sistem budak atau hamba sahaya. Dan juga wanita Arab pada masa itu juga sering dibawa dalam peperangan antar kabila.Agar mereka dapat memberikan semangat kepada suami atau kekasih masing-masing dengan menyanyikan lagu-lagu yang berisi janji yang muluk-muluk bagi kaum pria yang sedang bertempur. Janji itu dipenuhi bila mereka menang dan diancam bila mereka kalah.
D.Kepercayaan Bangsa Arab Masa Pra-Islam
Bangsa Arab adalah salah satu dari bangsa yang telah mendapatkan petunjuk. Pada awalnya mereka menganut agama yang dibawa oleh nabi Ibrahim as. Tetapi setelah mengikuti agama yang dibawa oleh nabi Ibrahim , mereka kembali lagi menyembah berhala. Dengan demikian bercampurlah agama yang dibawa oleh nabi Ibrahim dengan kepercayaan watsani.
Tetapi tidak semua bangsa Arab menyembah berhala. Ada juga yang menyembah matahari dan bulan,menyembah bintang,menyembah api,menganut agama kitab seperti Yahudi dan Nasrani,bahkan ada pula yang Zindiq(tidak suka terikat oleh agama).
Agama Nasrani masuk ke Jazirah Arab melalui Irak dan Romawi.Tempat kedudukan Nasrani yang paling penting adalah di Nejran. Disana,agama Nasrani diatur oleh tiga orang yang memiliki gelar Said,Aqib dan Uskuf . Said bertugas sebagai kepala kabila, pemimpin perang serta menjalin kerja sama dengan kabila yang lainnya. Aqib mengurus urusan dalam negri yang bersifat keduniaan. Sedangkan Uskuf mengurusi masalah yang berkenaan dengan keagamaan. Tetapi agama Yahudi dan Nasrani tidak terlalu tersiar di Arab dikarenakan agama Yahudi, menurut bangsa Yahudi adalah suatu agama dari suatu bangsa pilihan. Sehingga orang Arab yang menganut agama ini tidaklah sama derajadnya dengan seorang Yahudi. Sedangkan Agama Nasrani dipenuhi oleh kepercayaan-kepercayaan yang ruwet yang sukar di terima oleh bangsa Arab. Akibatnya sering terjadi perselisihan antara penganutnya dan banyak dari mereka yang kemudian berpaling. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar
Sebagai Pembaca yang Baik